Logo
MAN 2 Gresik
Madrasah Islami, Terampil, Populis, Berbasis Digital dan Mendunia
MAN 2 Gresik Gelar Santunan 106 Anak Yatim dan Difabel, Wujud Nyata Komitmen Madrasah dalam Program "Peaceful Muharram" Kemenag RI

MAN 2 Gresik Gelar Santunan 106 Anak Yatim dan Difabel, Wujud Nyata Komitmen Madrasah dalam Program "Peaceful Muharram" Kemenag RI

04 July 2025 Admin 125 kali dibaca

Gresik — Dalam semangat bulan Muharram yang penuh berkah, MAN 2 Gresik menyelenggarakan kegiatan santunan bagi anak yatim dan difabel sebagai bentuk kepedulian dan cinta kasih kepada sesama. Acara ini digelar pada Kamis, 4 Juli 2025, di aula MAN 2 Gresik, dengan suasana yang penuh haru dan kebersamaan. Sebanyak 106 anak yatim dan difabel dari kalangan siswa dan masyarakat sekitar menerima paket santunan berupa sembako senilai Rp200.000 per anak.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program nasional Kementerian Agama Republik Indonesia bertajuk “Peaceful Muharram: Lebaran Anak Yatim dan Difabel”, yang bertujuan menanamkan nilai-nilai kasih sayang, solidaritas, dan kepedulian sosial di lingkungan madrasah dan masyarakat luas.

Dalam sambutannya, Kepala MAN 2 Gresik, Drs. H. Samari, M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk nyata dari tanggung jawab sosial madrasah dalam mewujudkan pendidikan yang berkeadaban dan penuh cinta kasih.

“Santunan ini merupakan perwujudan komitmen MAN 2 Gresik dalam mendukung penuh program Kementerian Agama RI. Kami ingin menjadikan madrasah sebagai pusat pembentukan karakter, yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga peka terhadap lingkungan sosial. Anak yatim dan difabel adalah bagian dari kita, dan kita semua memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan senyum dan kebahagiaan bagi mereka,” tutur beliau di hadapan para undangan.

Lebih lanjut, beliau juga mengajak seluruh civitas akademika MAN 2 Gresik dan masyarakat untuk terus menjaga semangat kepedulian dan keberpihakan terhadap kelompok yang membutuhkan, khususnya dalam momen-momen penuh makna seperti bulan Muharram.

Kegiatan santunan ini mendapat apresiasi positif dari berbagai pihak, termasuk para wali murid, tokoh masyarakat, dan pihak komite madrasah. Tidak hanya memberikan bantuan secara materi, acara ini juga disemarakkan dengan penampilan seni islami dari siswa-siswi MAN 2 Gresik, tausiyah, serta doa bersama sebagai bentuk ungkapan syukur dan harapan akan masa depan yang lebih baik.

Dengan kegiatan ini, MAN 2 Gresik kembali menunjukkan eksistensinya sebagai madrasah yang tidak hanya mencetak generasi cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki empati dan tanggung jawab sosial yang tinggi. Semangat "Peaceful Muharram" di MAN 2 Gresik menjadi bukti nyata bahwa pendidikan berbasis nilai-nilai kemanusiaan adalah pondasi utama dalam membangun bangsa yang damai dan berkeadilan. (humas/epa)